• Tentang Coach Suryo
  • Prestasi
  • Facebook
  • Tiktok
  • Instagram
  • Kontak Coach Suryo

Coach Suryo

Indonesian Basketball Coach | Champion Coach

  • Beranda
  • Tentang Saya
    • Prestasi
    • Foto
    • Video
    • Musik
  • Sejarah
    • Legenda Basket
    • Istilah Basket
  • Ebook Basket
  • Tips Basket
  • Strategi Basket
  • Teknik Basket
Home » Defense » Zone Defense » Zone Offense

Zone Offense

 Zone defense memberikan permasalahan tersendiri untuk offense. Strategy yang berhasil diterapkan untuk melawan man-to-man defense sering kali tidak bisa dijalankan ketika melawan zone defense. Strategi zone offense harus digunakan menghadapi zone defense. Terdapat dua jenis zone offense yang digunakan, yaitu "zone 1" dan "zone 2". Kedua zone offense tersebut dirancang untuk melawan zone defense dengan dua pemain defensive di depan ("zone 1"), dan zone defense dengan satu pemain defensive di depan ("zone 2").

Petunjuk umum menyerang zone defense

  1. Gunakan serangan cepat

    Gerakkan bola ke depan dan lakukan fast-break secepat mungkin, sebelum zone defense lawan terbentuk.

  2. Lakukan defense full-court press

    Defense full-court press menyebabkan pertandingan menjadi bertempo cepat dan lebih terbuka, sehingga lebih mudah diserang dengan fast-break. Pertandingan dengan tempo lambat akan membuat zone defense lawan menjadi efektif sehingga sulit untuk ditaklukkan.

  3. Analisa jenis zone defense lawan

    Ketahui jenis zone defense yang sedang diterapkan oleh lawan, apakah 2-3, 1-2-2, dll. Kemudian lakukan zone offense yang sesuai untuk digunakan. Jika zone defense lawan menggunakan dua pemain defensive di depan (misalnya, 2-3 atau 2-1-2), maka gunakan zone offense dengan satu pemain guard berperan sebagia point guard, dengan tujuan untuk memecah konsentrasi dua pemain defensive yang berada di depan. Contoh strategi zone offense yang dapat digunakan adalah: 1-3-1, 1-2-2, "3-out, 2-in", atau 1-4 (lihat Gambar 1).

Gambar 1 Dua pemain defensive di depan

Gambar 2 Satu pemain defensive di depan

Sebaliknya, jika zone defense lawan menggunakan satu pemain defensive di depan (misalnya, 1-3-1 atau 1-2-2), maka gunakan zone offense dengan dua guard yang diposisikan di sekitar area wing sehingga mengapit pemain defensive yang berada di depan. Contoh strategi zone offense yang apat digunakan adalah: 2-1-2, 2-3, 2-2-1, atau "4-out, 1-in" (lihat Gambar 2).

Terus amati apakah defense yang digunakan lawan berubah, dan bersiaplah untuk mengubah strategi offense yang diterapkan. Beberapa tim sering mengubah-ubah jenis defense yang digunakan, dan oleh karena itu sebaiknya time-out dapat digunakan untuk menyesuaikan strategi zone offense.

  1. Sabar

    Selalu bersabar ketika melakukan offense. Pastikan pemain yang mempunyai kemampuan shooting terbaik memperoleh kesempatan terbuka untuk melakukan shooting. Ketika melawan zone defense, shooting dari luar lebih mudah dilakukan, meskipun tidak ada pergerakan dari pemain. Tetapi, sebaiknya sebisa mungkin serangan dilakukan sampai jantung pertahanan lawan. Aturan yang dapat diterapkan adalah sebelum melakukan shooting dari luar, salah seorang pemain low post atau high post harus pernah menguasai bola terlebih dahulu (kecuali sedang dalam transition offense).

  2. Offensive rebound

    Selalu berusaha untuk mendapatkan offensive rebound karena sering kali penugasan box-out dalam zone defense tidak jelas, dan peluang melakukan shooting dengan persentase yang lebih baik dapat diperoleh melalui offensive rebound.

  3. Jaga jarak antar pemain

    Longgarkan zone defense dengan passing ke area wing atau corner, dan lakukan skip pass ke area yang berlawanan. Para pemain sebaiknya tidak berkumpul di suatu area, dan harus mengisi celah-celah yang terdapat pada zone defense yang sedang diterapkan lawan (lihat Gambar 3). Lakukan "overload" dengan menempatkan beberapa pemain offensive tambahan di salah satu sisi lapangan sehingga melebihi jumlah pemain yang bisa dijaga oleh pemain defensive.

Gambar 3 Celah-celah pada zone defense

  1. Serang melalui celah-celah, tetapi hindari dribble yang tidak perlu

    Dribble yang tidak perlu dapat menyebabkan zone defense lawan dapat kembali teratur. Akan tetapi, pemain yang berada di area point dan wing dapat melakukan penetrasi melalui celah-celah pada zone defense lawan (lihat Gambar 3), dan memberikan umpan matang ke pemain low post atau high post. Alternatif lainnya adalah dengan melakukan "penetrate and pitch back". Ketika seorang pemain melakukan penetrasi, pemain lain di area perimeter berotasi mengisi posisi yang ditinggalkan oleh pemain yang melakukan penetrasi. Selanjutnya, setelah penetrasi yang dilakukan dapat "menarik" pemain defensive yang ada di luar untuk masuk ke dalam, maka pemain yang melakukan penetrasi dapat berhenti, pivot, dan melakukan passing kembali ke arah dari mana dia berasal, yang akan menciptakan kesempatan terbuka untuk melakukan shooting three-point.

  2. Usahakan menyerang dari dalam

    Serangan dari dalam dapat menghasilkan kesempatan shooting dengan persentase yang lebih baik. Seorang pemain boleh melakukan shooting dari luar atau three-point, tetapi jangan selalu bergantung pada shooting dari jarak jauh setiap kali melakukan serangan. Harus ditemukan cara untuk melakukan serangan sampai jantung pertahanan lawan. Jika berhasil melakukan serangan sampai ke dalam, maka akan menyebabkan permasalahan tersendiri bagi zone defense yang dapat menghasilkan situasi foul trouble, dan kesempatan yang lebih terbuka untuk melakukan shooting dari luar karena pemain lawan lebih berkonsentrasi untuk memperkuat pertahanan di dalam.

  3. Passing cepat

    Skip pass dari area corner ke area wing dari sisi yang berlawanan, atau sebaliknya dapat digunakan untuk mengacaukan pertahanan lawan. Pemain seharusnya juga melakukan beberapa gerakan fake, misalnya, seorang pemain dapat melakukan fake shot atau fake pass yang menyebabkan zone defense bergerak ke salah satu arah, kemudian dilanjutkan dengan passing ke arah yang berlawanan. Lakukan gerakan reversal beberapa kali sehingga para pemain defensive keluar dari posisi yang seharusnya.

  4. Terapkan screen

    Screen dapat diterapkan, baik di dalam maupun di luar. Para pemain sebaiknya melakukan gerakan cut ke ruang terbuka, dan mencoba menyerang dari weak-side, atau "back-door". Back screen yang dilakukan terhadap pemain defensive di area low post di sisi weak-side sering memberikan keuntungan jika diikuti dengan skip pass dari area corner ke area wing, atau sebaliknya. Jika pemain defensive low post dapat mengejar bola, maka passing ke dalam biasanya dapat dilakukan.

  5. Perimeter dalam posisi triple-threat

    Pastikan para pemain dalam posisi "tripe-threat" ketika menerima passing, siap untuk melakukan shooting, passing, atau penetrasi. Jangan biasakan langsung melakukan dribble setiap kali menerima passing. Kecuali terdapat celah untuk dilakukan penetrasi, para pemain harus menerima passing dalam posisi triple threat.

  6. Strategi terakhir

    Jika tim sedang memimpin pertandingan dan lawan mengubah jenis strategi defense yang diterapkan, yang membuat kita tidak percaya diri dapat menaklukkan zone defense yang sedang diterapkan oleh lawan, maka kita dapat "menolak" untuk melawannya. Strategi offense yang seharusnya diterapkan adalah "4-corners" delay offense. Karena kita sedang memimpin pertandingan, maka tim lawan pada akhirnya pemain defensive akan keluar dan mengubah kembali jenis defense-nya (mungkin menjadi man-to-man). Tentu saja, strategi ini tidak akan bekerja jika waktu yang tersisa masih banyak. Dan juga, jika gaya bermain tim kita adalah fast-break, maka melakukan strategi delay offense akan sangat merugikan.

Ditulis oleh admin, Friday, August 28, 2026 - Rating: 4.5
Judul : Zone Offense
Deskripsi :   Zone defense memberikan permasalahan tersendiri untuk offense. Strategy yang berhasil diterapkan untuk melawan man-to-man defense sering ...

Bagikan ke

Facebook Google+ Twitter

Belum ada komentar untuk "Zone Offense"

Post a Comment

Newer Post
Older Post
Home
Subscribe to: Post Comments (Atom)

Strategy Bola Basket

  • Drill Bigman 1 on 1 Reaction
  • DRILL dribble slide lay-up
  • Zone Defense 2-3
  • Defense 1 on 1 from corner
  • Half Court Press Defense 1-2-1-1
  • Full Court Press Defense 1-2-2

Tips Bola Basket

  • Menentukan Posisi bermain basket
  • Tips Memilih Sepatu
  • Cara mengatasi Cedera Ankle
  • 10 Cara supaya bisa bermain lebih lama

Subscribe Youtube Coach Suryo

Labels

  • Achivements
  • Articles
  • Cedera
  • Defense
  • Driblle
  • Foto
  • Istilah Basket
  • Kontak
  • Latihan
  • Latihan Fisik
  • Lomba
  • Makanan
  • News
  • Offense
  • Peraturan
  • Profil
  • Sejarah Basket
  • Shooting
  • Strategy
  • Teknik Basket
  • Tips
  • Video
  • Zone Defense

Coach Suryo

Coach Suryo

DAFTAR ISI

  • ▼  2026 (40)
    • ▼  August (34)
      • Sinyal Ofisial
      • Dribble Weave Drill
      • Zone Offense
      • Benar atau Salah #1
      • Zone Defense 3-2
      • Zone Defense 1-2-2
      • Barrack Obama
      • Chris Paul
      • Perubahan Peraturan FIBA
      • Cedera Ankle
      • Zone Defense 2-3
      • Zone Defense
      • LeBron James
      • Menengok Jejak Basket
      • Latihan Fisik Pemain Basket
      • Terminologi Bola Basket
      • Fundamental Shooting
      • BELAJAR DEFENSE
      • LATIHAN FISIK BASKET
      • Menyerang Zone Defense
      • TIPS AGAR SHOOTING KONSISTEN
      • TIPS TEKNIK SHOOTING BASKET YANG BENAR
      • TIPS MENGATASI RASA GUGUP SEBELUM BERTANDING
      • TIPS MENJADI CENTER YANG BAIK
      • Taktik Dan Strategi dalam BOLA BASKET
      • TIPS MENJAGA PEMAIN DENGAN POSTUR BADAN LEBIH TINGGI
      • TIPS MENINGKATKAN AKURASI SHOOTING
      • TIPS DRIBBLE PENETRASI (DRIVE) DALAM BASKET
      • TIPS MENJADI DEFENDER YANG MENAKUTKAN
      • TIPS MENJADI POINT GUARD HANDAL
      • MAKANAN UNTUK PEMAIN BASKET
      • POSISI-POSISI PEMAIN DALAM PERMAINAN BASKET
      • JENIS-JENIS FOUL DI DALAM BASKET
      • STRATEGI DEFENSE DALAM BASKET
    • ►  June (1)
    • ►  May (5)
  • ►  2025 (30)
    • ►  October (11)
    • ►  July (19)
  • ►  2024 (2)
    • ►  July (2)
  • ►  2023 (3)
    • ►  October (3)
  • ►  2018 (4)
    • ►  October (4)
  • ►  2017 (1)
    • ►  September (1)
  • ►  2016 (8)
    • ►  October (2)
    • ►  September (1)
    • ►  June (5)
  • ►  2013 (5)
    • ►  July (1)
    • ►  April (4)
  • ►  2012 (21)
    • ►  September (1)
    • ►  March (10)
    • ►  February (7)
    • ►  January (3)
  • ►  2011 (127)
    • ►  December (8)
    • ►  October (4)
    • ►  September (12)
    • ►  July (3)
    • ►  June (22)
    • ►  May (41)
    • ►  April (30)
    • ►  March (3)
    • ►  February (4)
  • ►  2010 (21)
    • ►  December (3)
    • ►  June (2)
    • ►  May (4)
    • ►  April (2)
    • ►  March (10)
  • ►  2009 (30)
    • ►  November (5)
    • ►  October (25)
Flag Counter
Copyright © 2012 Coach Suryo - All Rights Reserved
Design by Mas Sugeng - Powered by Blogger